Mulai 1 April 2017, warga Bekasi bisa melakukan perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan kereta jarak jauh dan jarak menengah. Sebelumnya untuk pergi ke Ibu Kota dengan moda kereta api, masyarakat Bekasi hanya bisa menggunakan Kereta Commuter Line atau KRL.

Meski demikian, tiket kereta jarak jauh dan jarak menengah itu cukup mahal jika dibandingkan dengan tarif KRL. Apakah layanan KAI ini diminati warga Bekasi ke Jakarta yang selama ini terbiasa pakai KRL?

Senior Manajer Humas Daerah Operasi I KAI, Suprapto, mengungkapkan dari analisa yang sudah dilakukan KAI, cukup banyak warga Bekasi yang membutuhkan transportasi langsung ke Jakarta lebih cepat. Sehingga alternatif kereta jarak jauh dan menengah ke Jakarta akan direspon positif.

“Optimisnya pasti positif. Ini akan cukup ramai karena alternatif yang tidak mau menunggu KRL, bisa lebih cepat. Ini kan dalam rangka manfaatkan sisa tempat duduk kereta jarak jauh dan menengah yang berhenti di Bekasi ke Jakarta,” jelas Suprapto kepada detikFinance, Selasa (28/3/2017).

Soal selisih harga yang cukup jauh dibandingkan dengan tarif KRL, menurut dia, hal ini karena penumpang KRL sendiri sudah disubsidi pemerintah. Sementara tiket kereta jarak jauh dan menengah dari Bekasi tujuan Jakarta merupakan tiket komersial.

“Kalau KRL kan itu subsidi, kalau ini spesial tidak ada subsidi. Hanya sebagai alternatif, jadi berikan kebebasan ke penumpang di Bekasi yang mau cepat ke Jakarta bisa manfaatkan kereta dari Jawa Tengah atau Jawa Timur yang berhenti di Bekasi,” ujarnya.

Suprapto menuturkan, setidaknya rata-rata ada 15-20% kursi kereta jarak jauh dan jarak menengah yang kosong pada hari Senin-Kamis, sehingga bisa dimanfaatkan oleh penumpang di Bekasi yang punya tujuan ke Jakarta. Sementara untuk Jumat-Minggu rata-rata kursi kosong di bawah 10%.

LEAVE A REPLY