JAKARTA NEWS, JAKARTA – Pada upacara peringatan Anti Narkoba Internasional 2016 Presiden Jokowi memerintahkan Kepala BNN terutama Polri untuk bertindak tegas memberantas Narkoba. Pasalnya telah merusak generasi muda bangsa dari 40 hingga 50 orang tiap harinya menjadi korban narkoba, pada 2016 yang lalu dikutip Rapller.com 26/06/16.

Perintah Presiden ini dilaksanakan konsisten oleh Jajaran Polri di bawah Pimpinan Kapolri Tito Karnavian, sebagaimana hari ini dalam konfrensi pers Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan di Bandara Soetta didampingi Dir Narkoba Kombes Nico Afinta dan Kapolres Bandara Kombes Arif Rachman menyampaikan 2 orang WN Taiwan yang terindikasi kuat terlibat jaringan Narkotika di Taiwan.

Selanjutnya Iriawan menjelaskan dari kedua WN Taiwan ini disita narkotika jenis Shabu dengan barang bukti 2.237 gram. Barang bukti yang disita diatas, mempunyai daya rusak yang tinggi dan berakibat jatuhnya korban penyalahguna narkoba sebanyak 23.748 orang.

Kemudian Pasal yang dikenakan kepada para tersangka dikenakan pasal pasal 113 ayat (2) subsider pasal 114 ayat (2) lebil subsider pasal 112 ayat (2) UU R.I No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancamanpidana hukuman mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 (lima) tahun dai paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Penangkapan ini bisa disebut “Spektakuler” , karena sebelumnya polda metro juga pernah merealese penggungkapan Narkoba jaringan Tiongok dan jaringan internasional lainnya. hal ini menandakan berbahayanya Narkoba bagi generasi penerus bangsa, karena menjadi sasaran peredaran jaringan internasional.

Selain itu ditengah-tengah kesibukan mengadapi Pilgub DKI, Polda Metro masih saja menjadikan pemberantasn Narkoba sebagai prioritas utama , pasalnya ini menyangkut generasi bangsa ungkap Iriawan Rabu, 05/05/17 di Bandara Soetta.

 

LEAVE A REPLY