Jumat 14 Juli 2017

Jakarta – Polisi menangkap ibu rumah tangga berinisial AK (35) yang menyimpan sabu dengan barang bukti seberat 5 gram. Sabu yang disimpan diserahkan ke orang lain dengan kemasan brosur kosmetik dan apartemen.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan penangkapan dilakukan di indekos AK di daerah Tebet, Jaksel. Polisi mulanya menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan transaksi jual beli narkotika.

“Terbukti bahwa memang tempat tersebut dijadikan tempat penyimpanan barang bukti. Ini satu modus yang baru bagi kami karena dikemas secara apik atau secara bagus dengan brosur kosmetik dan brosur apartemen. Brosur-brosur ini adalah brosur mahal karena ini brosur kosmetik dan apartemen yang mahal,” kata Kompol Vivick dalam jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (14/7/2017).

Polres Jaksel rilis penangkapan ibu rumah tangga berinisial AK yang menyimpan sabu dalam kemasan brosur apartemen dan kosmetik, Jumat (14/7/2017) Polres Jaksel rilis penangkapan ibu rumah tangga berinisial AK yang menyimpan sabu dalam kemasan brosur apartemen dan kosmetik, Jumat (14/7/2017)

Kompol Vivick menjelaskan, setiap melakukan transaksi, AK hanya menerima perintah rekannya berinisial B melalui sambungan telepon. AK diminta untuk menyerahkan sabu kepada orang-orang yang sudah lebih dulu diberitahukan oleh B.

“Kalau kita lihat barangnya ini bagus ya, masih bergumpalan. Pengakuan tersangka barang bukti ini didapat dari China. Makanya kemarin kita juga langsung melakukan tindak lanjut yang lebih dalam untuk pembuktian ini,” sambung Kompol Vivick.

Dari penggeledahan di kos AK, polisi menemukan 25 paket sabu. Sabu yang disimpan dalam brosur memiliki tanda khusus untuk membedakan harga sabu yang dijual.

“Kalau harganya di atas Rp 1,2 juta dikasih tanda yang ada merahnya, yang harganya di bawah Rp 1,2 juta kemasannya yang tidak ada merah-merahnya. Jadi brosur ini memang dikemasnya bagus sekali,” ujar Kompol Vivick.

Tersangka diketahui sudah terlibat dalam peredaran narkoba selama 6 bulan. AK dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 UU Narkotika

“Ini kita masih lakukan penyidikan karena masih taraf memiliki belum ada pembuktian untuk dia menyerahkan ke orang lain,” kata Kompol Vivick.

Foto Polda Metro Jaya Dot Info.

Foto Polda Metro Jaya Dot Info.

LEAVE A REPLY