Manusia pasti pernah jatuh cinta. Menurut ahli, jatuh cinta merupakan sebuah keadaan yang terjadi akibat serangkaian proses.

Menurut myjoyonline.com, seseorang yang jatuh cinta akan merasakan gelombang eforia (luapan kegembiraan yang besar), sekaligus perasaan menderita yang datang bersamaan. Jatuh cinta juga membuat seseorang tak lagi bertindak rasional atau logis, termasuk buat para pria yang selama ini dikenal lebih mengutamakan rasionalitas.

Itulah sebabnya mengapa kadang terjadi, teman-teman atau keluarga dekat merasa tak percaya ketika Anda mengungkapkan bahwa Anda jatuh cinta padanya. Jatuh cinta membuat sebagian orang tak “seperti biasanya”.

Fenomena jatuh cinta ternyata membuat banyak ahli merasa ingin melakukan penelitian lebih lanjut. Mereka mengungkapkan, jatuh cinta pada lelaki dan perempuan merupakan sebuah proses yang akhirnya disimpulkan dalam tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut adalah:

1. Perhatian Beralih
Pada fase ini, seseorang spesial mulai “mengambil alih” perhatian. Orang spesial tersebut, yang entah merupakan orang yang sudah dikenal lama ataupun baru dikenal, memiliki makna baru dalam kehidupan seseorang.  Saat inilah semua perhatian itu tercurah. Orang yang mulai jatuh cinta akan fokus pada orang spesialnya. Fase ini merupakan legitimasi bahwa proses jatuh cinta sedang dimulai.

2. “Tentang Dia”
Segalanya menjadi “tentang dia”. Jika Anda yang jatuh cinta, maka Anda mulai memikirkan hal-hal tentang dia. Anda akan mengenang kembali percakapan bersamanya, mengingat kembali pakaian yang dikenakannya, atau memikirkan kembali cara ia tersenyum pada Anda beberapa hari yang lalu.

Tak hanya sampai di sana. Anda akan membayangkan apa kira-kira jawaban si dia ketika tahu buku yang tengah Anda baca. Atau apa yang akan dia sarankan ketika Anda bercerita padanya tentang masalah yang tengah Anda hadapi dengan bos Anda.

Setiap pertemuan dengan si dia, baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja akan Anda “kenang” dan berputar kembali dalam memori Anda.

Awalnya, pikiran-pikiran itu hanya datang sesekali, tapi kemudian lama-kelamaan akan menjadi obsesif. Bahkan disebutkan, sebagian besar orang yang tengah jatuh cinta cenderung menghabiskan 85-100 persen waktu mereka untuk memikirkan orang yang membuat mereka mabuk kepayang.

Dalam kebanyakan kasus, kehidupan nyata tetap berlangsung seperti biasa, tapi pikiran mereka yang sedang jatuh cinta melayang-layang dan tidak fokus pada tugas yang tengah dikerjakannya. Pada tahap ini, konsentrasi mereka terganggu dan “lupa” pada pekerjaan atau tugas sekolah.

3. Kristalisasi
Inilah fase ketiga dalam jatuh cinta, kristalisasi. Cinta membuat si dia menjadi kelihatan sempurna, walau dia salah sekalipun. Anda, yang jatuh cinta padanya, tak akan melihatnya sebagai suatu kesalahan. Atau walaupun Anda tahu itu salah, Anda cenderung mengabaikannya.

4. Timbul keinginan, harapan, dan ketidakpastian
Keinginan, harapan dan ketidakpastian ini datang bersamaan dengan fase kristalisasi. Ketika Anda merasa sudah mengenal baik si dia yang Anda sayangi, maka timbul keinginan untuk memulai hubungan jangka panjang.

Anda mulai merasakan adanya hubungan emosional. Anda tak lagi tolerasi pada penolakannya, sehingga sekecil apapun penolakannya, hal ini akan membuat Anda merasa putus asa.

5. Perasaan gembira berlebihan
Pada fase ini, Anda akan merasa sangat gembira yang berlebihan, tapi sekaligus tidak ingin banyak makan atau tidur. Energi Anda berkobar-kobar. Di beberapa waktu, Anda kerap merasa gemetar, canggung, gagap, sering berkeringat, dan jantung berdebar-debar.

6. Cemburu dan timbul motivasi yang kuat
Anda mulai memasang “tanda awas” bagi mereka yang Anda anggap sebagai pesaing Anda. Anda juga cenderung mudah cemburu tanpa alasan yang jelas. Rasa takut akan penolakan dan kerinduan yang besar juga muncul pada fase ini.

Di saat yang sama, Anda memiliki segunung motivasi untuk memenangkan hati si dia. Anda menjadi lebih kreatif.

7. Tak berdaya
Walaupun berupaya secara intens untuk merebut hatinya, pada beberapa titik Anda seperti merasa tak berdaya. Terkadang rasa ini muncul dalam bentuk kesedihan, penyesalan karena responsnya tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, atau kecewa pada hal-hal sepele.

Anda terkadang juga menyadari bahwa seringkali menjadi tidak rasional, namun karena Anda merasa sangat ingin menjalin hubungan dengan si dia, Anda mengesampingkan hal ini.

Di saat-saat tertentu, ketika Anda merasa tak berdaya tingkat tinggi, Anda justru “mengundurkan diri” dari “kelelahan perasaan”, tapi tetap berupaya untuk memperjuangkan cinta Anda. Akhirnya, pragmatisme dan logika secara bertahap mengambil kendali kembali.

Peran tarik seksual
Menariknya, meskipun jatuh cinta selalu terkoneksi erat dengan masalah fisik, seks justru tidak banyak memainkan peran penting. Para ahli berpendapat, seks hampir tak tampak perannya dalam proses jatuh cinta.

Satu hal yang sangat dominan saat Anda jatuh cinta adalah keinginan untuk hubungan emosional yang semakin besar, seiring dengan meningkatnya tahapan-tahapan yang dilalui. (Nessy Febrinastri)

LEAVE A REPLY